Kamis, 05 Maret 2015

cabang biology

200 Cabang-Cabang Biologi

 1.       Aerobiologi  ilmu yang mempelajari partikel organik yang dapat diangkut oleh udara
2.       Agroforestri  ilmu yang mempelajari bentuk pengelolaan sumber daya yangmemadukan kegiatan
pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek
3.       Agronomi, ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya

4.       Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
5.       Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
6.       Anatomi Perbandingan, ilmu mengenai persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup.
7.       Andrologi, ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan reproduksi pria
8.       Anestesiologi, disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.
9.       Angiologi, ilmu yang mempelajari penyakit sistem peredaran darah dan sistem limfatik
10.   Antropologi biologi, ilmu yang mempelajari penelitian biologis dan budaya tentang keanekaragaman manusia, evolusi manusia, dan pembandingan anatomi, perilaku, sejarah, dan ekologi primat di masa lampau dan kini

11.   Apiologi, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
12.   Arachnologi, ilmu yang mempelajari tentang laba-laba.
13.   Artrologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi (penyakit sendi)
14.   Artropodologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan artropoda
15.   Astrobiologi, studi yang mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta
16.   Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri
17.   Batrakologi, ilmu yang mempelajari tentang amphibian
18.   Biofarmaka, ilmu yang mempelajari budidaya tanaman obat
19.   Bioinformatika, ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis
20.   Biologi Air Tawar, ilmu yang mempelajari kehidupan dan ekosistem habitat air tawar
21.   Biologi Evolusioner, ilmu yang mempelajari asal-usul spesies yang memiliki nenek moyang sama, dan penurunan spesies, serta perubahan, pertambahan, dan diversifikasinya sejalan dengan waktu.
22.   Biologi Integratif, ilmu yang mempelajari organisme secara keseluruhan melalui fokus antarmuka antara biologi dan fisika, kimia, teknik, pencitraan, dan informatika
23.   Biologi Kelautan, ilmu yang mempelajari kehidupan di laut (makhluk hidup beserta interaksinya dengan lingkungan)
24.   Biologi Konservasi, studi tentang pelestarian, perlindungan, dan restorasi lingkungan alam, ekosistem alami, vegetasi, dan satwa liar
25.   Biologi Kuantum, ilmu yang mempelajari aplikasi dari mekanika kuantum terhadap objek biologi dan permasalahannya
26.   Biologi Lingkungan, ilmu yang mempelajari lingkungan beserta permasalahan dan solusinya, dengan mengintegrasikan akademik ilmu fisik dan biologi
27.   Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
28.   Biologi Pembangunan, ilmu yang mempelajari lingkungan hidup dalam ruangan
29.   Biologi Perkembangan, ilmu yang mempelajari tentang proses pertumbuhan dan perkembangan organism
30.   Biologi Populasi, ilmu yang mempelajari tentang populasi organisme, terutama pengaturan jumlah populasi, ciri-ciri sejarah kehidupan populasi, dan kepunahannya
31.   Biologi Psikologi, ilmu yang mempelajari pengaruh timbal balik antara bidang psikologis dan biologis terhadap satu sama lain
32.   Biologi Reproduksi, cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan
33.   Biologi Sintesis, ilmu yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempelajari desain dan konstruksi fungsi biologis baru serta sistem yang tidak ditemukan di alam
34.   Biokimia, kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup
35.   Biofisika. cabang ilmu biologi yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi
36.   Biogeografi, cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu
37.   Biomatematika, ilmu yang mempelajari penelitian kuantitatif dari proses biologis, dengan penekanan pada pemodelan
38.   Biomekanika, ilmu yang mempelajari penerapan prinsip mekanik untuk sistem biologis
39.   Bionik, ilmu yang mempelajari penerapan metode biologis dan sistem yang ditemukan di alam untuk penelitian dan desain sistem rekayasa dan teknologi modern
40.   Biostatistika, (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi
41.   Bioteknologi, cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa
42.   Botani, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
43.   Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang bryophyte
44.   Cetologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari cetacean
45.   Conchologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari kulit moluska
46.   Dendrokronologi, ilmu yang mempelajari analisis cincin lingkaran tahunan pada batang berkambium
47.   Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak
48.   Dermatologi, ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya
49.   Ekofisiologi, ilmu yang mempelajari adaptasi fisik suatu organisme terhadap kondisi lingkungannya
50.   Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
51.   Ekologi molekuler, ilmu yang mempelajari ekologi pada tingkat molekul
52.   Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
53.   Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
54.   Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga
55.   Epidemiologi, ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
56.   Epigenetik, ilmu yang mempelajari perubahan dalam ekspresi gen yang disebabkan oleh mekanisme selain perubahan dalam urutan DNA yang mendasarinya
57.   Epizoologi, ilmu mengenai penyakit menular yang menjangkiti hewan, biasanya hewan ternak
58.   Etnobiologi, ilmu yang mempelajari hubungan yang dinamis antara manusia, biota, dan lingkungan dari jaman dahulu hingga sekaranz
59.   Etnobotani, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan
60.   Etnozoologi, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan hewan
61.   Etologi, cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya
62.   Eugenetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
63.   Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang
64.   Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
65.   Farmakologi, ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia
66.   Fenologi,  ilmu yang mempelajari pengaruh iklim atau lingkungan sekitar terhadap penampilan suatu organisme atau populasi
67.   Fikologi, ilmu yang mempelajari tentang alga.
68.   Filogeni, kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya
69.   Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
70.   Fisioterapi, Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
71.   Fitopatologi, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara
72.   Florikultura, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang tanaman hias
73.   Gastrologi, ilmu yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama lambung dan usus
74.   Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
75.   Genetika Ekologi, ilmu yang mempelajari genetika dalam ciri-ciri ekologi
76.   Genetika Evolusioner, ilmu yang mempelajari evolusi dari pewarisan sifat mahkluk hidup
77.   Genetika Kuantitatif, Cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik)
78.   Geobiologi, ilmu yang menggabungkan geologi dan biologi untuk mempelajari interaksi organisme dengan lingkungan mereka
79.   Geriatri, ilmu yang mempelajari penyakit dari kaum berusia lanjut
80.   Gerontologi, ilmu yang mempelajari melalui berbagai aspek terhadap proses penuaan yaitu melalui pendekatan biologis, psikologis, sosial, ekonomi, kesehatan dan lingkungan
81.   Genetika, ilmu yang membahas transmisi bahan genetik pada ranah populasi
82.   Genetika kuantitatif, cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik), yang tidak bisa dijelaskan secara langsung melalui hukum pewarisan Mendel
83.   Genetika molekuler, cabang genetika yang mengkaji bahan genetik dan ekspresi genetik di tingkat subselular (di dalam sel)
84.   Genetika populasi, ilmu yang mempelajari transmisi bahan genetik pada ranah populasi
85.   Ginekologi, ilmu yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium)
86.   Genomika, ilmu yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu organisme atau virus
87.   Helminthologi, ilmu yang mempelajari tentang cacing
88.   Hematologi, ilmu yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya
89.   Herbakronologi, ilmu yang mempelajari analisis cincin pertumbuhan tahunan (atau cincin sederhana tahunan) dalam xylem akar sekunder tanaman herbaceous
90.   Herpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia (ular dan kadal)
91.   Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan
92.   Histopatologi, cabang biologi yang mempelajari kondisi dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit
93.   Higiene, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup
94.   Hortikultura, ilmu pertanian yang mempelajari budidaya tanaman dari proses menanam sampai pasca panen yang meliputi tanaman sayur, buah-buahan, dan tanaman hias
95.   Hortikultura Lanskap, ilmu hortikultura yang khusus membahas tentang pemanfaatan tanaman hortikultura, terutama tanaman hias dalam penataan lingkunganIkhtiologi, ilmu yang mempelajari tentang ikan
96.   Ilmu gulma, ilmu yang mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya
97.   Ilmu kedaruratan medis, ilmu yang mempelajari pertolongan pertama pada suatu penyakit
98.   Ilmu kedokteran forensik, ilmu yang memanfaatkan ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hokum
99.   Ilmu kedokteran gigi, ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan
101.      101.Ilmu kedokteran hewan, ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip ilmu kedokteran, diagnosis, dan terapi pada hewan
102.      102.Ilmu kedokteran molekuler, ilmu kedokteran yang mengkaji tingkat molekul
103.      103.Ilmu kesehatan masyarakat, ilmu yang mempelajari pemeliharaan, perlindungan, dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat
104.      104.Ilmu pemuliaan, ilmu yang mempelajari kegiatan manusia dalam memelihara tumbuhan atau hewan untuk menjaga kemurnian galur atau ras sekaligus memperbaiki produksi atau kualitasnya melalui penerapan genetika
105.      105.Ilmu produksi ternak, ilmu yang mempelajari perawatan ternak dengan benar dalam rangka meningkatkan kualitas dari produk ternak tersebut
106.      106.Ilmu teknologi enzim, ilmu yang mempelajari tentang teknologi yang dapat digunakan untuk menghasilkan enzim
107.      107.Imunohematologi, ilmu yang mempelajari tentang golongan darah
108.      108.Imunologi, Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
109.      109.Imunoserologi, ilmu yang mempelajari identifikasi terhadap antibodi, investigasi masalah sistem kekebalan tubuh, dan mempelajari kecocokan organ untuk transplantasi
110.      110.Informatika kedokteran, ilmu yang berurusan dengan penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi, serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
111.      111.Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
112.      112.Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
113.ladistika, ilmu yang mempelajari metode klasifikasi spesies organisme ke dalam kelompok yang terdiri dari organisme nenek moyang dan semua keturunannya
114.  Klimatologi, ilmu yang mempelajari gambaran dan penjelasan sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat di bumi berbeda , dan bagaimana kaitan antara iklim dan dengan aktivitas manusia
Kriobiologi, studi tentang bahan dan sistem biologis dengan suhu dibawah normal
116.      116.Kriptozoologi, ilmu yang mempelajari pencarian hewan yang keberadaannya belum terbukti
117.      117.Kronobiologi, ilmu yang mempelajari fenomena dalam mahkluk hidup secara periodik dan adaptasi mereka terhadap ritme bulan dan matahari
118.      118.Likenologi, ilmu yang mempelajari lumut, simbiosis organisme terdiri dari asosiasi simbiosis akrab dari alga mikroskopis dengan jamur filamen.
119.      119.Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
120.      120.Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang moluska
121.      121.Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
122.      122.Mellisopalinologi, ilmu yang mempelajari serbuk sari yang terkandung dalam madu dan sumber serbuk sari tersebut
123.      123.Metabolomika, kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian pada keseluruhan produk proses enzimatik yang terjadi di dalam sel
124.      124.Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
125.      125.Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organisme mikro
126.      126.Mikrobiologi kedokteran, studi mikroorganisme termasuk bakteri, virus, jamur dan parasit yang penting bagi medis dan mampu menyebabkan penyakit pada manusia.
127.      127.Miologi, ilmu yang mempelajari tentang otot
128.      128.Mirmekologi, ilmu yang mempelajari tentang rayap
129.      129.Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organisme
130.      130.Nasofaringologi, ilmu yang mempelajari tentang nasofaring
131.      131.Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematoda
132.      132.Nefrologi, cabang medis internal yang mempelajari fungsi dan penyakit ginjal
133.      133.Neufarmakologi, ilmu yang mempelajari narkoba yang mempengaruhi fungsi seluler di dalam system saraf
134.      134.Neuroethologi, ilmu yang mempelajari kebiasaan hewan beserta saraf yang berperan aktif dalam mengendalikan kebiasaan tersebut
135.      135.Neurologi, ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
136.      136.Neurosains, ilmu yang mempelajari sistem saraf atau sistem neuron
137.      137.Neurosains Evolusioner, ilmu yang mempelajari evolusi dan sejarah alami struktur dan fungsi sistem saraf
138.      138.Nosologi, ilmu yang mempelajari bagian pengelompokan penyakit untuk tujuan tertentu
139.      139.Nutrisi, ilmu yang mempelajari penyediaan bahan yang diperlukan (dalam bentuk makanan) untuk mendukung kehidupan sel dan organisme
140.      140.Obstetri, ilmu kedokteran yang berhubungan dengan persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya
141.      141.Oftalmologi, ilmu yang mempelajari tentang mata (penyakit mata)
142.      142.Olerikultura, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang sayur
143.      143.Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
144.      144.Ontogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
145.      145.Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung
146.      146.Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ
147.      147.Ortodonti, ilmu kedokteran gigi yang berhubungan dengan faktor variasi genetik, pertumbuhkembangan dan bentuk wajah serta cara faktor tersebut mempengaruhi oklusi gigi dan fungsi organ di sekitarnya.
148.      148.Ortopedi, ilmu yang mempelajari cedera akut, kronis, dan trauma, serta gangguan lain pada system muskuloskeletal
149.      149.Oseanografi, ilmu yang mempelajari tentang laut, termasuk kehidupan laut, lingkungan, geografi, cuaca, dan aspek lain yang mempengaruhi laut
150.      150.Osteologi, ilmu yang mempelajari tentang tulang
151.      151.Otolaringologi, ilmu yang mempelajari meneliti diagnosis dan pengobatan penyakit telinga, hidung, tenggorokan, serta kepala dan leher.
152.      152.Otologi, ilmu yang mempelajari tentang telinga dan kelainannya serta operasi mikro telinga.
153.      153.Palaentologi, Ilmu yang mempelajari tentang fosil
154.      154.Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
155.      155.Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
156.      156.Palinologi, ilmu yang mempelajari polinomorf yang ada saat ini dan fosilnya, diantaranya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan scolecodont, bersama dengan partikel material organik dan kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan sedimen
157.      157.Parasitologi, ilmu yang mempelajari tentang parasit
158.      158.Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit
159.      159.Patologi anatomi, ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses lainnya
160.      160.Patologi Klinik, ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai fungsi organ atau sistem organ
161.      161.Pediatri, ilmu yang mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak
162.      162.Penelitian Biomedis, adalah ilmu penelitian dasar, terapan, atau translasi yang dilakukan untuk membantu dan mendukung pengetahuan di bidang kedokteran
163.      163.Perinatologi, ilmu yang mempelajari kesehatan janin dalam kandungan dan kesehatan bayi yang baru lahir
164.      164.Periodonti, ilmu mempelajari aspek klinis dari jaringan yang mendukung gigi
165.      165.Planktologi, ilmu yang mempelajari tentang plankton
166.      166.Pomologi, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang buah
167.      167.Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primate
168.      168.Proktologi, ilmu yang mempelajari gangguan pada rektum, anus, dan usus besar
169.      169.Proteomika, kajian secara molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen di dalam sel.
170.      170.Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
171.      171.Psikiatri, ilmu kedokteran jiwa
172.      172.Pteridologi, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan paku
173.      173.Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
174.      174.Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi geombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
175.      175.Reumatologi, ilmu yang ditujukan untuk diagnosis dan terapi kondisi dan penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang
176.      176.Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetis
177.      177.Rematologi, ilmu yang mempelajari diagnosis dan terapi penyakit rematik
178.      178.Rodentiologi, ilmu yang mempelajari tentang rodentia
179.      179.Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel
180.      180.Sanitasi, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
181.      181.Simbiologi, ilmu yang mempelajari hubungan simbiosis antar mahkluk hidup
182.      182.Sindesmologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi
183.      183.Sosiobiologi, bidang studi ilmiah yang didasarkan pada asumsi bahwa perilaku sosial telah dihasilkan dari evolusi dan upaya untuk menjelaskan dan memeriksa perilaku sosial dalam konteks tersebut
184.      184.Stomatologi, ilmu yang mempelajari mulut beserta penyakit-penyakitnya
185.      185.Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
186.      186.Teknik Biokimia, cabang ilmu dari teknik kimia yang berhubungan dengan perancangan dan konstruksi proses produksi yang melibatkan agen biologi
187.      187.Teknik Biomedis, ilmu yang mempelajari prinsip teknis untuk praktik kedokteran
188.      188.Teratologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan formasi dari sel, jaringan, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiologi dan biokimia.
189.      189.Toksikogenomik, ilmu pengumpulan, interpretasi, dan penyimpanan informasi tentang gen dan aktivitas protein dalam jaringan tertentu dari suatu organisme dalam menanggapi zat beracun.
190.      190.Toksikologi, pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup.
191.      Transkriptomika, bagian dari biologi molekular yang mengkaji tentang produk transkripsi secara keseluruhan (transkriptom)
192.      Traumatologi, ilmu yang mempelajari luka, terapi bedah, maupun perbaikan kerusakannya
193.      Urologi, cabang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada pria dan wanita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi pada pria
194.      Veneorologi, ilmu yang mempelajari penyakit menular seksual
195.      Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus
196.      Viscerologi, ilmu yang mempelajari organ dalam
197.      Xenobiologi, ilmu pengetahuan spekulatif tentang adanya makhluk hidup selain di bumi
198.      Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan
199.      Zoologi Perbandingan, ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan antar hewan
200.      Zoosemiotik, ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar hewan

Teknologi Mesin Diesel Terbaru

Mesin baru diimbuhi teknologi DI-D High Power, Mitsubishi mengklaim mesin diesel terbarunya mampu meningkatkan tenaga tetapi irit bahan bakar dan ramah lingkungan.
Saat ini mobil bermesin diesel mulai disenangi masyarakat Indonesia. Performa mobil bermesin diesel, kini, sudah mulai menyamai mesin bensin. Tidak hanya memiliki torsi besar dan hemat bahan bakar, mobil diesel juga memiliki akselerasi cukup prima.
Mesin diesel pertama kali disematkan pada mobil di tahun 1933,  yaitu mobil penumpang Citroen Rosalie. Tiga tahun setelah itu Mercedes 260 D mengaplikasi jenis mesin yang sama.
Mitsubishi sendiri mulai menggunakan mesin diesel pada tahun 1980-an, yang dipercaya untuk berbagai pekerjaan berat, serta berkontribusi di berbagai jenis usaha dan ikut membantu menggerakan roda perekonomian Indonesia dengan menghadirkan kendaraan truk bermesin diesel.
Pada perkembangannya inovasi mesin diesel Mitsubishi Indonesia telah mengalami banyak peningkatan, seperti sistem Common Rail Direct Injection, telah dipakai Mitsubishi Strada Triton dan Pajero Sport, yang mendapatkan sambutan baik dari para penggunanya.
Pengembangan inovasi teknologi diesel terus dilakukan Mitsubishi dengan mengadopsi Variable Geometry Turbo (VGT) pada Mitsubishi 2.5 Liter DOHC 16-valve Common Rail Direct Injection yang mampu memberikan torsi maksimum di seluruh rentang RPM (putaran mesin).
Cara kerja VGT sangat canggih karena saat volume gas buang sedikit dan kondisi RPM rendah sampai menengah, maka sirip-sirip di dalam VGT secara otomatis bergerak menutup. Sehingga lorong gas buang menyempit, yang menyebabkan gas buang dapat memutar turbin lebih cepat.
Sedangkan pada kondisi RPM tinggi, volume gas buang akan padat. Sehingga sirip-sirip VGT bergerak membesar. Hal ini akan mengurangi tekanan balik gas buang dan menjaga kecepatan turbin.
VGT berfungsi mengoptimalkan kinerja turbin untuk mencapai torsi tinggi pada kecepatan rendah dan mengeluarkan kekuatan maksimal pada kecepatan tinggi, sehingga dapat menghasilkan tenaga mesin yang sangat besar. Mitsubishi mengklaim 178 PS pada 4.000 RPM.
“Ini adalah mesin terbaru dari Mitsubishi Motors Corporation, dan menjadi trend global. Kami menyebutnya dengan nama DI-D High Power,” ungkap Eiichi Koito, Operating Marketing Director PT KTB.
Penggunaan teknologi mesin diesel terbaru ini menghasilkan daya besar tanpa harus meningkatkan kapasitas mesin sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien. Sekaligus kontrol emisi yang sangat baik. Suara mesinnya pun menjadi halus, klaim Mitsubishi.
Sayangnya, pihak Mitsubishi belum mau memberikan penjelasan mengenai produk-produk yang akan menggunakan mesin diesel terbarunya ini.”Nanti akan kita beritahu pada waktunya,” Ungkap, Rizwan Alamsyah, Executive Marketing Director PT KTB.
Dapurpacu mengendus mesin ini akan dipakai Mitsubishi Strada Triton 2011 dan Mitsubishi Pajero Sport 2011. Kedua produk telah diluncurkan di Thailand pada medio Januari 2011

Planet

Beranda » Pengetahuan Umum » Urutan Tata Surya | Ilmu Astronomi Urutan Tata Surya | Ilmu Astronomi Ditulis oleh: I Putu Sumahendra - Sunday, 2 June 2013 Urutan Tata Surya, Susunan Tata Surya, Ilmu Astromi, hai Sahabat beginerblog, karena adanya Pertanyaan yang masuk ke Komentar blog ini yang menanyakan urutan tata surya setelah postingan saya sebelumnya yaitu :" Mengapa Pluto Tidak Masuk Tata Surya Lagi, Kemanakah Pluto ? ", ya meskipun pertanyaan tidak secara langsung menuju saya, namun ini masuk dalam referensi blog saya, nah langsung saja saya akan memberikan Info tentang urutan Pengertian Tata Surya Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri dari matahari (bintang), planet-planet, satelit alam, meteor, asteroid, dan komet yang berputar mengelilingi matahari (berevolusi). Matahari menjadi pusat tata surya karena semua benda langit berputar mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk elips. Dalam setiap revolusinya anggota tata surya pada suatu saat berada dekat dengan matahari. Titik terdekat dengan matahari disebet perihelium dan titik terjauh disebut aphelium. Semua benda langit dalam sistem tata surya berputar mengelilingi matahari karena matahari memiliki gaya gravitasi paling besar. Anggota Tata Surya A. Matahari Matahari adalah bintang paling besar dan menjadi pusat tata surya. Jarak bumi ke matahari kira-kira 149.600.000 satuan astronomi (SA). Matahari berotasi pada sumbunya dengan arah rotasi dari barat ke timur. Periode rotasi matahari pada bagian equatornya adalah 34 hari, sedangkan pada bagian kutubnya memerlukan waktu sekitar 27 hari. Perbedaan rotasi tersebut dikarenakan matahari berbentuk gas, sehingga bagian equator dan kutubnya mempunyai gerak yang berbeda. Matahari merupakan bola api yang suhu pada intinya sekitar 35 juta derajat celcius dan suhu pada bagian permukaannya 6000 derajat celcius. B. Planet- Planet Planet adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri. Cahaya planet merupakan pantulan dari cahaya matahari. Kedudukan planet-planet dengan bintang-bintang tidak tetap. Setiap planet mampunyai periode rotasi dan revolusi yang berbeda-beda. Planet dikelompokkan dalam dua kategori yaitu : planet dalam dan planet luar. Planet dalam yaitu merkurius, venus, bumi dan mars, sedangkan planet luar yaitu yupiter, saturnus, uranus dan neptunus. Adapun nama-nama planet adalah sebagai berikut ! 1. Merkurius Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari. Jarak antara merkurius dengan mataharin tidak tetap, kadang menempati jarak terdekat, kadang juga berada pada jarak terjauh dengan matahari. Jarak rata-rata dengan matahari adalah 57,9 juta km. Secara fisik, diameter Mermurius mengapain4.879 km. Waktu yang digunakan untuk melakukan satu kali putaran pada porosnya (periode rotasi) adalah 58,6 hari. Volume merkurius adalah sekitar 0,055 kali massa Bumi. Bentuk planet ini mirip Bulan, dengan permukaan berupa lapisan tipis silikat. Komposisi pembentuk planet initerdiri atas besi dan unsur berat lain. Suhu pada siang hari planet Merkurius C, sedangkan suhu pada malam hari . 2. Venus Venus adalah planet terdekat kedua dari Matahari. Venus memiliki jarak terhadap matahari tidak tetap. Jarak rata-rata antara Venus dengan matahari adalah 108 juta km. Diameter Venus mencapai 12.100 km, sedangkan massanya sekitar 0,815 kali massa bumi. Periode rotasinya adalah 243,2 hari, sedangkan periode revolusinya adalah 225 hari. Bentuk planet ini mirip Bumi dengan permukaan berupa awan tebal dengan suhu permukaan C. Komposisi pembentuk planet ini terdiri atas besi dan unsur berat lain. 3. Bumi Bumi adalah planet terdekat ketiga matahari dan satu-satunya yang planet yang memiliki kehidupan. Jarak rata-rata Bumi dengan Matahari adalah 150 juta km. Diameter bumi adalah 12.760 km. Periode rotasinya adalah 24 hari, sedangkan pariode revolusinya 365,25 hari. Suhu rata-rata permukaan bumi adalah 14 derajat Celcius. Udara yang mengelilingi Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% gas-gas lain. Air di Bumi hampir 96% tersusun dari hidrogen dan oksigen. Bagian gunung berapi, batuan endapan, dan batuan metamorfik serta tanah. Bumi memiliki 1 buah satelit yaitu bulan. 4. Mars Add caption Gambar di samping kanan adalah perbandingan ukuran planet dalam. Mars merupakan planet keempat dalam urutan tata surya. Jarak rata-rata dari matahari adalah 228 juta km. Diameter Mars mengapai 6.780 km, sedangkan massanya 0,11 kali massa bumi. Periode rotasinya 24,6 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 687 hari. Bentuk planet ini mirip Bumi dengan atmosfer mengandung CO , sedikit N , Ar, CO, Ne, Kr, dan Xe. Pada musim dingin suhu di plnet ini mencapai C, sedangkan pada musim panas suhunya mencapai C. Jumlah satelit Mars adalah 2. 5. Jupiter Jupiter adalah planet terbesar dalam tata surya. Mempunyai jarak rata-rata dari matahari 778,3 juta km. Diameternya 14.980 km dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Periode rotasinya 9,8 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 11,86 tahun. Atmosfer Jupiter mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH ), amonia (NH ). Suhu dipermukaan berkisar C. Jupiter memiliki 16 satelit. 6. Saturnus Saturnus adalah planet terdekat keenam setelah Jupiter. Jarak rata-rata dari matahari adalah 1.429,4 juta km. Diameternya mengapai 120.540 km dan memiliki massa 94,3 kali dari massa bumi. Periode rotasi nya 10,7 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 29,5 tahun. Planet ini mempunyai intii dan gingin. Planet ini satu-satunya planet yang memiliki cincin. Atmosfer mengandung helium (He). Suhu pada puncak awannya C. Planet ini memiliki 18 satelit. 7. Uranus Uranus memiliki jarak rata-rata dengan matahari 2.875 juta km. Diameternya 51.118 km dan memiliki massa 14,54 massa bumi. Periode rotasinya 17,25 jam, sedangkan periode revolusinya 84 tahun. Bentuk planet ini mirip dengan bulan dengan permukaan berwarna hijau dan biru, dibungkus atmosfer yang mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH ), dan etana. Suhu atmosfer C dan suhu intinya mencapai C. Uranus memiliki 15 satelit. 8. Neptunus Neptunus memiliki jarak rata-rata dari matahari 4.450 juta km. Diameternya 49.530 km dan memiliki massa 17,2 kali massa bumi. Periode rotasinya 16,1 jam, Sedangkan periode revolusinya 164, 8 tahun. Bentuk planet ini mirip dengan bulan dengan permukaan terdapat lapisan silikat. Planet Neptunus memiliki 8 buah satelit. C. Satelit Stelit adalah anggota tata surya yang ukurannya lebih kecil daripada planet, berputar pada porosnya, beredar mengelilingi planet, kemudian bersama-sama dengan planet, berputar mengelilingi matahari. Satelit melakukan tiga gerakan, yaitu berputar pada porosnya, berevolusi mengelilingi planet, dan berevolusi bersama planet mengelilingi matahari. Satelit ada dua macam yaitu : a. Satelit alamiah yaitu satelit alamiah sudah ada dalam tata surya dan bukan buatan manusia. contoh satelit alam adalah bulan. b. Satelit buatan yaitu satelit yang sengaja dibuat oleh manusia yang memasuki ruang angkasa masuk ke orbit bumi, baik yang berawak maupun yang tidak berawak. Satelit buatan berguna untuk : a. Satelit astronomi: satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan benda luar angkasa lainnya. b. Satelit komunikasi: satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi. c. Satelit pengamat bumi:satelit yang dirancang khusus untuk mengamati bumi seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dan lain sebagainya. d. Satelit navigasi: satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima dipermukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi seperti mengukur jarak antar bangunan. e. Satelit mata-mata: satelit pengamat bumi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata. f. Satelit cuaca: satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim di bumi. Satelit Indonesia adalah satelit palapa dan disingkat SKSD (Sistem Komunikasi Satelit Domestik)Palapa. Pusat pengendali satelit Palapa adalah di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. E. Asteroid Asteroid adalah benda-benda angkasa yang berada dalam serbuk asteroid, yakni daerah antara orbit Mars dan Jupiter. Ada dua teori asal mula asteroid : 1. Asteroid berasal dari planet yang terletak di antara Mars dan Jupiter meledak karena efek gaya ganggu Jupiter dan membentuk asteroid-asteroid. 2. Asteroid terbentuk pada awal terbentuk pada awal terbentuknya tata surya terdapat gukup partikel di antara Mars dan Jupiter yang membentuk batu-batu berkelompok. F. Meteor dan Meteorid Meteor adalah benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi yang pada saat menembus atmosfer terbakar sehingga timbul nyala yang terlihat dari bumi. Meteorit adalah meteor yang jatuh ke permukaan bumi. Berdasarkan materi yang terkandung di dalamnya, meteorit di bedakan menjadi dua yaitu : 1. meteorit besi : terdiri 90% zat besi dan 10% nikel 2. meteorit batu : terdiri 10% besi dan nikel dan lainnya berupa silikon Semoga dapat membantu...... Mungkkin sobat juga tertarik untuk membaca artikel menarik lainnya di bawah ini....