Kamis, 05 Maret 2015

Cara linkan komentar blog ke fb

Penambahan CSS Kedalam Template Blogspot
1. Masuk blogger.com dengan akun Anda
2.Pilih Template → Edit HTML → Ceklis Expand Template Widget
3. Letakan CSS di bawah ini sebelum ]]><b:skin>
.comments{ font:normal 11px/14px "Lucida Grande",Tahoma,Verdana,Arial,Sans-Serif !important; color:rgb(51,51,51)} .comments .comments-content a{color:#3B5998 !important} .comments h4{ font-family:"Lucida Grande",Tahoma,Verdana,Arial,Sans-Serif !important; font-size:16px} .comments .comments-content .comment{ margin:0 0 0; padding:10px 0px 10px 0px; border-top:1px solid #e9e9e9; border-left:none} .comments .comment .comment-header, .comments .comment .comment-actions, .comments .comment .comment-actions a, .comments .comment .comment-thread.inline-thread, .comments .comment .continue{margin:0 0 0; padding:0 0 0; border:none; background:transparent} .comments .comment .comment-header{margin-bottom:4px} .comments .comment .comment-header .datetime a{color:#808080 !important} .comments .comment .comment-actions a{padding-right:5px} .comments .thread-toggle .thread-arrow{width:7px; height:7px; padding-right:4px} .comments .comment .avatar-image-container, .comments .comment .avatar-image-container img{ width:50px; height:50px; max-width:none; max-height:none; border:none; padding:0; margin:0; outline:none} .comments .comment .comment-block{margin:0 0 0 60px !important} .comments .comment .comment-thread.inline-thread{margin:7px 0 0 22px} .comments .comment .comment-thread.inline-thread ol{margin:7px 0 10px !important} .comments .comment .comment-thread.inline-thread .comment{ background-color:#EDEFF4; padding:5px 5px 0; margin:1px 0 0; border:none; border-bottom:1px solid #D2D9E7} .comments .comment .comment-thread.inline-thread .comment .avatar-image-container, .comments .comment .comment-thread.inline-thread .comment .avatar-image-container img{width:32px; height:32px} .comments .comment .comment-thread.inline-thread .comment .comment-block{ margin:0 0 0 40px !important} .comments .comment .comment-content{text-align:left} .comments .comments-content .icon.blog-author{ width:16px; height:16px; display:inline-block; vertical-align:top; background:transparent url('/favicon.ico') no-repeat 50% 50%} .comments .comment .comment-thread.inline-thread .comment:last-child{ border-left:2px solid #A8B2CE !important}
4. Jika sudah Simpan Template (Save Template)

Cara menghilangkan hidung tersumbat

HALOO GAN.... kali ini gua akan memposting sesuatu yang sering kita alamin pada saat flu { pilek }yaitu hidung tersumbat atau bahasa seharinya hidung mampet... berikut cara untuk menghilangkan hidung mampet :

1. Mandi Air Hangat
Cara ini bisa dikatakan praktis, cepat, dan, menyenangkan. Bayangkan saja pengobatan yang bisa dilakukan dengan santai di bathub. Atau sambil nari-nari dibawah shower. Bagi hidung yang tersumbat, uap air dari air hangat ini bisa “mengencerkan” lendir di hidung sehingga mudah untuk dikeluarkan atau “ditarik” kembali.
2. Menggunakan uap air
Jika tidak bisa mandi air hangat, uap air bisa dijadikan alternatif, karena air yang dibutuhkan relatif lebih sedikit daripada jumlah air untuk mandi. Kita hanya memerlukan sebaskom air, atau setara dengan satu termos air panas. Gunakan wadah yang lebih besar dari wajah Anda, tuangkan air panas ke dalamnya. Lalu siapkan handuk, dekatkan wajah Anda ke permukaan air dengan kepala dikurungi handuk sehingga tidak banyak uap air yang terbuang. Uap air inilah yang akan melegakan hidung Anda.
3. Minum air hangat
Mungkin Anda sedang bekerja di kantor, atau di tempat yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan sebaskom air panas. Anda bisa minum segelas air hangat, bisa dicampur susu, kopi atau teh, pastikan suhunya diatas 30 derajat celcius sehingga ketika minum, ada uap air yang terhirup. Selain itu, cara ini bisa menghangatkan tubuh Anda seketika dan melancarkan peredaran darah. Hal ini bisa membuat hidung Anda lega lebih cepat.
4. Minum Air Jeruk Hangat
Jika tidak familiar dengan air hangat yang tawar, atau merasa tidak nyaman jika harus minum air tawar yang hangat, tambahkan sari jeruk, akan lebih bagus jika jeruk yang ditambahkan adalah perasan langsung, bukan produk pabrikan. Jeruk yang bisa digunakan diantaranya lemon, atau jeruk nipis. Selain membantu melegakan hidung, minuman ini juga bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh. Jika ingin mendapatkan yang lebih banyak dan rasa yang lebih enak, gunakan madu secukupnya.
5. Minum Teh Herbal
Teh herbal bisa dianggap sebagai obat yang paling aman untuk meredakan hidung tersumbat, tapi jika kita minum teh herbal, khususnya teh hijau terlalu banyak, ada efek samping yang harus kita tanggung. Teh herbal juga bisa mengencerkan lendir dan melegakan hidung tersumbat.
6. Menyantap Makanan Pedas
Mungkin Anda juga suka “masakan padang” yang terkenal dengan citarasa pedasnya. Nah, masakah pedas ini juga bisa gunakan untuk mengatasi hidung tersumbat. Anda juga akan membuktikan bahwa masakan pedas akan membuat hidung anda meler, dan ini tentunya sangat bagus untuk mengatasi hidung tersumbat.
7. Makan sup ayam
Jika ada waktu atau memang sedang dirumah, cobalah mengkonsumsi sup ayam (hingga kenyang). Semangkuk sup ayam sangat bagus untuk mengatasi hidung tersumbat. Sup ayam ini mengandung sistein yang sangat berguna untuk mengencerkan hidung, sehingga hidung kembali lancar.
8. Berkumur dengan garam
Ini merupakan alternatif terakhir dengan makanan, yaitu dengan garam. Larutkan satu sendok makan garam ke dalam air, seperti kita membuat oralit tapi tanpa gula, atur jangan sampai terlalu asin untuk mulut Anda. Setelah larut dan suhunya sudah cukup hangat (tidak terlalu panas), kumurkan larutan garam ini. Cara ini merupakan alternatif terbaik untuk meredakan hidung tersumbat.
9. Gunakan minyak kayu putih
Cara ini alternatif bagi Anda yang sedang dalam perjalanan, siapkan minyak kayu putih, atau minyak angin, atau minya aromatherapi, atau siapkan inhaler. Cara ini lebih praktis karena bisa digunakan dengan cara menghirupnya, atau dengan mendekatkannya ke hidung. Untuk hasil yang lebih baik, campurkan beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam sebaskom air panas, lalu hirup uapnya selama kira-kira 10 menit.
10. Tidur telentang dengan posisi atas lebih tinggi
Ini adalah alternatif bagi Anda yang sendang berada dirumah. Setelah berkumur dengan garam, mengrirup uap air yang dicampur minyak kayu putih, minum jeruk hangat, dan minum air hangat, tapi belum ada hasilnya. Berbaringlah dengan posisi telentang, posisi yang bagus adalah kepala lebih tinggi hingga hampir duduk, atau membentuk sudut 45 derajat. Ganjal punggun dan leher Anda dengan bantal. Cara ini bisa Anda lakukan sambil nonto TV, fb-an, atau bermain game.

SEJARAH MESIH PRINTER

KETIKA orang-orang Cina pertama kali menemukan teknik percetakan pada abad ke-

14, mungkin ketika itu tidak terbayangkan kalau perkembangan teknik percetakan
dewasa ini akan maju sangat pesat melebihi bayangan yang ada pertama kali ketika
menemukan percetakan itu sendiri.
Percetakan sendiri mungkin merupakan penemuan yang paling penting pada milenium lalu, walaupun sebenarnya dampak yang ditimbulkannya pada perekonomian global tidak terlalu besar.
Sebaliknya, perkembangan jaringan Internet sendiri mungkin tidak memiliki signifikansi yang
sama dibanding dengan teknologi pencetakan (bandingkan misalnya dengan
ditemukan percetakan bergerak yang ditemukan oleh Johann Gutenberg pada tahun
1450 yang memungkinkan Alkitab menjadi buku pertama yang diporduksi secara
massal-Red), atau dampak yang juga signifikan dibanding dengan ditemukannya
telegraf dan listrik.
Tetapi, jaringan Internet memiliki dampak ekonomi yang sangat luas.
Salah satu alasannya adalah karena semakin menurunnya secara tajam biaya
komunikasi dibanding teknologi sebelumnya, memungkinkan penggunaan secara
meluas dan mendalam melalui berbagai liku-liku perekonomian nasional dan global.
Kenyataan ini mengisyaratkan kepada kita kalau sebuah penemuan yang tetap mahal,
seperti yang terjadi pada penemuan telegraf elektronik, akan memiliki dampak yang
sangat berkurang terhadap perekonomian maupun pada tingkatan penggunaan secara
individual.
Dewasa ini, berbagai bentuk pengurangan komunikasi, baik itu secara
tertulis, oral, maupun visual, yang secara cepat berubah menjadi sebuah rangkaian
bilangan angka 1 (baca satu) dan 0 (baca nol), memiliki kekuatan untuk mendorong
sebuah dunia yang penuh dengan pengetahuan (knowledge) yang sama radikalnya,
setidaknya, dengan apa yang dilakukan oleh Gutenberg ketika menemukan teknik
percetakan bergerak.
Namun demikian, berbeda dengan teknologi Gutenberg yang secara perlahan mulai
terlihat meredup, revolusi teknologi komunikasi informasi yang sekarang ini
mewabah di seluruh dunia, menghasilkan sebuah dunia baru yang instan dan
berpotensi tidak terkontrol dalam komunikasi satu-per satu individu.
Persoalan ini pun akhirnya menimbulkan berbagai pertanyaan yang langsung ke akar berbagai
pemikiran, para orang pintar dan bijak di berbagai negeri mulai mempertanyakan
siapa yang memiliki informasi?
Masyarakat spasial mulai tergantikan dan berada pada posisi relokasi oleh munculnya
sebuah masyarakat semu (virtual).
Sebuah tata ekonomi internasional baru mulai menata diri di sekitar apa yang disebut sebagai cyberspace dan menantang secara langsung otonomi negara-bangsa.
Kalau kita kembali dan melihat ke belakang sejarah dunia, misalnya, dampak teknologi komunikasi terhadap pelaksanaan pengembangan kekuasaan sejak penemuan teknologi pencetakan, secara konsisten menunjukkan adanya tantangan langsung terhadap para pemimpin di negara-negara Barat untuk
mengubah kebiasaan mereka.
Sama halnya seperti ketika berbagai teknologi ditemukan, selalu menghasilkan perubahan dalam stratgei dan taktik peperangan.
Referensi yang paling cocok kembali lagi pada penemuan teknologi pencetakan oleh
Johann Gutenberg pada abad ke-15.
Percetakan secara mekanikal ketika itu, "dikutuk" sebagai "pengacau" terhadap kekuasaan dan para penguasa alami ketika itu.
Ditemukannya teknologi percetakan, jelas telah membantu Martin Luther untuk
langsung menantang kekuasaan Gereja Katolik, dan tentunya juga kegagalan
kepemimpinan Paus Leo X.
Memang betul, pekerjaan Luther akan menjadi lebih sulit walaupun ada percetakan sekali pun, kalau seandainya bukan karena tindakan seorang paus serakah yang menjual kemewahan dan menjarah harta Vatikan.
Dalam konteks dan kecenderungan seperti yang diuraikan, kita mencoba memahami bagaimana perkembangan teknologi percetakan yang sekarang ini sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan revolusioner jaringan Internet dan digitalisasi di bidang informasi dan komunikasi dengan munculnya berbagai jenis printer di pasaran.
Kalau mengikuti logika perkembangan dan pertumbuhan ekonomi baru dengan
teknologi komunikasi informasi sebagai penggerak utamanya, kita pun akan mengira
kalau sebuah dunia nirkertas (paperless) akan menjadi sebuah kenyataan di tengah
gegap gempitanya digitalisasi.
Tetapi, dan ini yang aneh, ini tidak terjadi.
Tidak ada apa yang namanya dunia nirkertas, dan bahkan kecenderungan yang muncul adalah
digitalisasi menghasilkan lebih banyak kertas dan lebih banyak tinta.
Ketika Kompas berada di kantor Hewlett Packard Indonesia di kompleks pertokoan
Plaza Senayan beberapa saat lalu dan melihat sebuah printer Deskjet 1220C (Kompas
sendiri tidak memiliki kesempatan untuk mencoba produk ini karena terjadi product
defect ketika pertama kali mengeluarkannya dari boks Deskjet 1220C) yang bisa
dicetak di atas kertas ukuran A3 (ukuran 29,7 cm x 42 cm) dan menanyakan apa
kegunaannya jenis printer seperti ini, salah satu salesman Hewlett Packard dengan
seenaknya memberikan jawaban,
"Untuk proofing warna dan color matching."
Menurut Kompas ini adalah jawaban yang aneh.
Ketika diteruskan dengan pernyataan adanya jaringan Internet dan komputerisasi di berbagai perusahaan (di biro iklan maupun percetakan, misalnya), sehingga sebenarnya tingkatan pekerjaan untuk
menyesuaikan warna dan mata rantai cetak mencetak bisa selesai dengan digitalisasi,
sang salesman Hewlett Packard ini pun masih dengan seenaknya memberikan
jawaban bahwa komposisi warna pada perangkat komputer PC ada yang RGB dan
CMYK, sehingga diperlukan printer agar tidak terjadi perbedaan warna yang
diinginkan, misalnya, kalau biro iklan ingin memasukkan iklan berwarna di Harian Kompas.
Jawaban sang salesman Hewlett Packard ini menjadi sulit untuk diterima akal kalau
kita mengikuti paradigma digitalisasi dan perkembangan pesat jaringan Internet.
Paradigma ini mengisyaratkan bahwa adanya dimensi ruang dan waktu yang bisa
dipangkas dan menyederhanakan pekerjaan secara menyeluruh, sekaligus dari sisi
ekonomi terciptanya penghematan.
Mengenai komposisi warna pada komputer PC antara RGB dan CMYK yang berbeda-beda, jelas terjadi karena memang yang tidak dipikirkan penjaja printer Hewlett Packard tadi adalah persoalan kalibrasi monitor
komputer PC pada masing-masing client harus dilakukan.
Dengan kalibrasi ini, maka warna biru 88 persen, merah 91 persen, maupun hijau 66
persen yang diinginkan oleh biro iklan ketika akan memasang iklan di media cetak
yang dikirim melalui file digital dengan memanfaatkan jaringan Internet atau jaringan
kerja metropolitan berkecepatan tinggi, akan diterima sesuai dengan permintaan
pemesan pemasangan iklan di bagian percetakan media tersebut.
Ini adalah esensi paling penting dari dunia digitalisasi dan inter-koneksi yang sekarang terus
berkembang.
Melalui kalibrasi, warna-warna tersebut akan tetap dibaca dan diterima
sebagai biru 88 persen, merah 91 persen, dan hijau 66 persen, dan tidak mungkin
berubah-ubah tidak menentu.
Persaingan harga Namun demikian, terlepas dari persoalan kalibrasi atau tidak, tulisan ini sendiri
mencoba untuk melihat dan memahami ke mana sebenarnya kecenderungan dan arah
yang ingin ditempuh printer-printer yang tersebar luas di pasaran sekarang ini.
Untuk jenis printer laser mungkin perkembangan yang ada sekarang ini lebih mengarah pada
persaingan harga, ketimbang teknologi yang bisa dikembangkan lebih jauh di luar
kualitas cetakan dan kecepatan mencetak.
Ambil saja beberapa printer laser buatan Canon, Epson, dan Hewlett Packard yang
semuanya dijual dengan harga yang berkisar antara 275 dollar AS sampai 365 dollar
AS.
Secara teknologi, printer laser LBP-1000 buatan Canon, EPL-5800L buatan
Epson, maupun LaserJet 1000 buatan Hewlett Packard semuanya memiliki teknologi
yang sepadan dengan kecepatan mencetak rata-rata di bawah 30 detik dengan resolusi
teks antara 300-1200 dpi (dot per inch).
Pada kasus Canon LBP-1000 memang terjadi pencetakan dengan waktu yang lebih lama karena koneksi yang disediakan antara komputer PC dilakukan melalui sambungan paralel.
Ketika menguji kecepatan mencetak 21 halaman tulisan ini menggunakan komputer
PC pada prosesor Pentium 4 2,2GHz, Canon LBP-1000 memerlukan waktu yang
lebih lama pada kualitas 1.200 dpi, yaitu 02:34:989.
Sedangkan pada kualitas 600 dpi, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan dokumen yang sama lebih cepat yaitu 02:15:780.
Sedangkan pada printer Epson EPL-5800L, dokumen 21 halaman dicetak
pada dua jenis kualitas yang berbeda (600 dpi dan 300 dpi) masing-masing
menyesaikannya dengan selisih yang tidak begitu jauh, secara berturut-turut
02:21:156 dan 02:20:123.
Dan pada printer LaserJet 1000 buatan HP pada kualitas
pencetakan 600 dpi dibutuhkan waktu 02:10:426.
Memang pada pencetakan teks, kecepatan 10 ppm (page per minute) merupakan hasil
maksimum yang bisa dicapai printer laser yang ditujukan untuk konsumen tingkat
low-end maupun bagi perusahaan skala kecil dan menengah.
Dan akhirnya, harga memang akan sangat menentukan (pada ketiga kelas ini, printer Epson EPL-5800L
dijual di pasaran sekitar 275 dollar AS, sedangkan printer sejenis buatan Canon dan
Hewlett Packard dijual dengan harga di atas 300 dollar AS).